Postingan

Mahasiswa Bureng Vs Organisatoris

Gambar
Satriani Mulyadi Suatu hari, perkuliahan di kelasku dihentikan sekitar satu jam. Dosenku saat itu lebih fokus menjelaskan nasib lulusan mahasiswa kelak. Katanya, ke depan, tak ada lagi penerimaan pegawai negeri sipil sampai waktu yang tidak ditentukan. Saya mengerutkan dahi, sembari bertanya dalam hati, “jika tak ada, bagaimana nasib sejuta sarjana selanjutnya.” Di sela dosen yang hanya bisa memberi tugas setelah menjelaskan power point -nya, ternyata masih ada yang sempat berbicara soal penting berorganisasi. Kurang lebih dia mengatakan seperti ini, “buat apa formalitas tanpa esensi, di negera ini tahun depan tak ada penerimaan pegawai negeri, mau jadi apa? Kalian akan tergerus jika tak punya kemampuan.” Saya tahu saat itu ia sedang memberikan petuah kepada kami selaku mahasiswa. Agar akal kami bisa berfikir lebih dalam tentang makna berorganisasi.

Rujukan Novel Tempo Doloe

Gambar
1) Siti Nurbaya, karya Marah Rusli

Sejarah Universitas Hasanuddin

Gambar
Mengawali berdirinya Universitas Hasanuddin secara resmi pada tahun 1956, di kota Makassar pada tahun 1947 telah berdiri Fakultas Ekonomi yang merupakan cabang Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Jakarta berdasarkan keputusan Letnan Jenderal Gubernur Pemerintah Hindia Belanda Nomor 127 tanggal 23 Juli 1947. Karena ketidakpastian yang berlarut-larut dan kekacauan di Makassar dan sekitarnya maka fakultas yang dipimpin oleh Drs L.A. Enthoven (Direktur) ini dibekukan dan baru dibuka kembali sebagai cabang Fakultas Ekonomi UI pada 7 Oktober 1953 di bawah pimpinan Prof. Drs. G.H.M. Riekerk. Fakultas Ekonomi benar-benar hidup sebagai cikal bakal Universitas Hasanuddin setelah dipimpin acting ketua Prof. Drs. Wolhoff dan sekretarisnya Drs. Muhammad Baga pada tanggal 1 September 1956 sampai diresmikannya Universitas Hasanuddin pada tanggal 10 September 1956.

Perang Makassar 1669, karya SM Noor

Gambar
SEBERAPA sukakah Anda dengan novel sejarah? Kemarin aku membeli sebuah novel berjudul Perang Makassar 1669 karya SM Noor. Gambar sampulnya menarik, menampilkan sosok Sultan Hasanuddin. Ada ilustrasi perang laut yang menampilkan kapal perang VOC dan kapal phinisi. Mereka saling bertarung, saling memuntahkan peluru. Api menyala di mana-mana. LINK: http://timurangin.blogspot.com/2011/04/perang-makassar-1669.html

Maaf

Gambar
Aku sadar dengan keputusanku. Bukannya tanpa alasan. Aku lelah, sungguh sangat lelah. Bukan fisikku, tapi batinku. Aku sudah berusaha menepisnya, "siapa tau ini egoku saja, pasti ada bayak hal yang dia lakukan, nanti juga dia cerita sama aku" bisikku dalam hati. Ini sudah terjadi beberapa minggu terakhir, berpuncak dua hari kemarin. Aku hanya ingin dia sedikit punya usaha untuk menanyakan keadaanku, tapi mana? pedulikah dia padaku? Jika hal sekecil itu saja tidak peduli bagaimana yang besar nanti. "sudalah, mungkin dia sibuk," bisikku lagi. lagi, sesampai di tempatku. hari itu, tak ada pertanyaan, "kamu sampai belum?" aku cuma butuh satu kalimat itu? mana? tak ada? Sudah pudarkah sayangnya padaku? sampai-sampai aku harus kembali kepertanyaan yang semestinya tuntas terjawab sebelum kami menjadi kita, " kamu serius kah?" " kalau serius, buktikan?"

Koleksi Lagu-lagu Ada Band

Gambar
Dahulu terasa indah Tak ingin lupakan Bermesraan s’lalu jadi satu Kenangan manis Tiada yang salah Hanya aku manusia bodoh Yang biarkan semua ini permainkanku Berulang ulang ulang kali reff : Mencoba bertahan sekuat hati Layaknya karang yang Dihempas sang ombak Jalani hidup dalam buai belaka Serahkan cinta tulus di dalam takdir Tak ayal tingkah lakumu Buatku putus asa Kadang akal sehat ini Belum cukup membendungnya Hanya kepedihan Yang s’lalu datang menertawakanku Engkau belahan jiwa Tega menari indah di atas tangisanku Repeat reff Tapi sampai kapankah ku harus Menanggungnya kutukan cinta ini Semua kisah pasti ada akhir Yang harus dilalui Begitu juga akhir kisah ini yakinku indah Repeat reff Tapi sampai kapankah ku harus Menanggungnya kutukan cinta ini Bersemayam dalam kalbu

Koleksi lagu-lagu Sherina

Gambar
Sherina – Pergilah Kau Tak mau lagi aku percaya Pada semua kasih sayangmu Tak mau lagi aku tersentuh Pada semua pengakuanmu # Kamu takkan mengerti rasa sakit ini Kebohongan dari mulut manismu Reff: Pergilah kau Pergi dari hidupku Bawalah semua rasa bersalahmu Pergilah kau Pergi dari hidupku Bawalah rahasiamu yang tak ingin kutahui Tak mau lagi aku terjerat Pada semua janji-janjimu Tak mau lagi aku terkait Pada semua permainanmu Back to #, Reff Bertahun-tahun bersama Kupercayaimu Kubanggakan kamu Berikan s’galanya Aku tak mau lagi Ku tak mau lagi huoo… Yeee…Hee… Back to Reff Pergilah kau Tak ingin kutahui Pergilah kau Ku tahui