Postingan

Antara Manusia, Alam, dan Avatar

Gambar
Tumbuhan dimakan oleh belalang, belalang dimakan oleh burung kecil, lalu burung kecil dimakan oleh elang, dan beberapa jenis burung dimakan oleh manusia. Manusia menjadi konsumen tertinggi di dalam rantai makanan. Demikian salah satu contoh rantai makanan yang sering kita temui di pelajaran Biologi. Pelajaran ini memberitahukan bahwa betapa besar keterhubungan antara makhluk hidup di alam sekitar kita. Keterhubungan antar manusia dan alam sekitar (Foto:http://mrwahid.files.wordpress.com/2013/11/rantai_makanan.gif) Betul riset ilmu psikologi menyatakan bahwa keterhubungan antara manusia dan manusia menstimulus rasa aman dan membangun sebuah ruang psikologi sebagai bagian dari sesuatu lebih besar dari kita sendiri. Kita akan selalu merasa mendapatkan dukungan dari hubungan yang terbangun di sekitar kita. Nah berangkat dari kalimat terakhir, di dalam tulisan ini saya tidak membahas keterhubungan antara manusia dan manusia saja, akan tetapi hubungan yang terbangun di sekitar kita ...

Kompetisi web kompas muda dan pertamina

Kompetisi web kompas muda dan pertamina adalah ajang kompetisi yang diselenggarakan kompas muda dalam rangka hari ulang tahunnya. jutaa rupiah hadiah akang dibagi kepada juara pertama hingga juara tiga

Untuk Bumi Ikut Lomba Kompetisi Web Kompas Muda dan Pertamina

Dalam rangka ulang tahun yang ke empat, Kompas muDA menyelenggarakan beberapa kompetisi. Ada kompetisi foto, kompetisi menulis, kompetisi musik, kompetisi komik dan kompetisi web. Diantara kompetisi kompetisi yang ada, saya akan mengikuti kompetisi web. Mengapa kompetisi web. Karena saya tertarik dengan web. Sederhana saja. Tak ada yang neko neko. Semua kembali pada passion masing masing. Karena syarat kompetisinya mesti harus peringkat 1 versi google. Jadi mesti banyak persiapan. Kalau mau menang, tak cukup memiliki postingan tulisan yang bagus. Tapi juga harus membuat tulisan agar bisa nomor satu di google. Ini terbilang tak mudah bagi blogger pemula seperti saya. Tapi dicoba tak mengapa. Sebelum melakukan posting. Mesti belajar terlebih dahulu bagaimana cara agar postingan bisa duduk di tahta no 1 google. Yang jadi masalah, tak ada penjelasan yang signifikan yang saya peroleh. Jadi nampaknya jalan itu akan sulit. Beberapa perubahan pada blog ogiecellaoloa. Perubahan ini dal...

kompas muda adakan kompetisi

Habis blogwalking. nemu info tentang kompetisi web kompas muda dan pertamina... bagi yang tertarik ingin ikut lombanya silahkan baca petunjuknya di bawah ini... sumber; mudaers.com MuDAers, ikuti kembali ajang kompetisi bergensi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh KOMPAS MuDA dalam rangka HUT Kompas MuDA ke - 5 Check it out ! Persayaratan Umum: 1.Tema karya : “Investasikan Energimu untuk Bumi” 2.Follower twitter: @kompasmuda dan Friend: Kompas Muda di Facebook 3.Pelajar SMA – Mahasiswa, usia 15 – 22 tahun, kecuali pada kompetisi Penulis MuDA dibatasi hanya untuk pelajar SMA 4.Sertakan nama, tempat tanggal lahir, alamat, asal sekolah, nomor telepon, dan fotokopi kartu identitas 5.Peserta harus menjadi followers @kompasmuda dan menjadi friend Kompas MuDA di Facebook 6.Panitia berhak menampilkan karya untuk kepentingan event Kompas 7.Karya yang dikirim tidak akan dikembalikan 8.Jumlah karya yang dikirimkan tidak dibatasi, kecuali pada kompetisi Penulis MuDA hany...

Kompetisi kompas muda dan pertamina

"Investasikan energimu untuk bumi" merupakan tema yang diangkat oleh kompas muda kali ini. Road show ke beberapa kota pun telah dilangsungkan. selain acara event tersebut. kompas muda juga menyelenggarakan acara kompetisi web kompas muda dan pertamina. acara ini akan berakhir tanggal 29 februari 2012. untuk info selengkapnya dapat dilihat di situs kompas muda. ( mudaers.com )

Senyum Ompong

Gambar
Senyum itu membingkai kebahagiaan. Meski umur berbeda jauh tapi dengan senyum semuanya bisa bersatu. Foto ini diikutsertakan dalam lomba foto senyum seger dblogger kategori senyum duet dalam foto: saya bersama keponakan yang sudah lama tidak bertemu.

Mahasiswa Bureng Vs Organisatoris

Gambar
Satriani Mulyadi Suatu hari, perkuliahan di kelasku dihentikan sekitar satu jam. Dosenku saat itu lebih fokus menjelaskan nasib lulusan mahasiswa kelak. Katanya, ke depan, tak ada lagi penerimaan pegawai negeri sipil sampai waktu yang tidak ditentukan. Saya mengerutkan dahi, sembari bertanya dalam hati, “jika tak ada, bagaimana nasib sejuta sarjana selanjutnya.” Di sela dosen yang hanya bisa memberi tugas setelah menjelaskan power point -nya, ternyata masih ada yang sempat berbicara soal penting berorganisasi. Kurang lebih dia mengatakan seperti ini, “buat apa formalitas tanpa esensi, di negera ini tahun depan tak ada penerimaan pegawai negeri, mau jadi apa? Kalian akan tergerus jika tak punya kemampuan.” Saya tahu saat itu ia sedang memberikan petuah kepada kami selaku mahasiswa. Agar akal kami bisa berfikir lebih dalam tentang makna berorganisasi.